Sunday, April 22, 2012

Sex Position for Pregnancy



Spoons
The woman lies comfortably on her side and the man enters her from behind, fitting his body closely to hers. This position puts no pressure on the woman's abdomen and is suitable for the most advanced stages of pregnancy. The man can cuddle up close and caress her breasts, while kissing her shoulders and the nape of her neck.

Leapfrog
The woman kneels on the bed with legs spread wide, and falls comfortably forwards as the man enters her from behind. He can then caress her back and control the depth of thrust. This position is ideal when the woman starts to feel uncomfortable with the man's weight pressing down on her and she wants to protect her belly from over-enthusiastic thrusting.

Astride
This is a good position for the middle months of pregnancy, when the missionary position has become uncomfortable, but the woman has quite a bit of energy for sex. She sits astride the man's lap and supports herself with her arms. He can help her as she moves up and down on top of him, taking control when she gets tired.

Oral sex
Oral sex begins with the first deep kiss, and continues with kisses all over the body, concentrating finally on the genitals. On the part of the giver it requires a degree of emotional involvement, because it must be done with patience, tenderness, sensitivity and mounting but controlled excitement if it is to be really good. Lovers who give oral sex reluctantly and without generosity or enjoyment make their partners feel guilty and selfish, and too tense and worried to relax and take pleasure themselves.

From the receiver, oral sex requires trust, and the confidence that comes with being made to feel desirable. In sex, as in other areas of life, it is often more difficult to receive generosity than to give it, but the person who succumbs completely to pleasure delivers himself or herself over to the lover, and this also gives sense of wonderment. It goes without saying that sexual hygiene is of prime importance for anyone who engages in oral sex.


Sex in Pregnancy


Unless your doctor tells you otherwise, it is perfectly safe For you to have sex throughout your pregnancy. However, towards the expected birth date, your size may make many positions uncomfortable for you. Penetration may be easiest if you lie on your side and your partner enters from behind. Oral sex and mutual masturbation should cause no problems. Some women fear that sexual activity or orgasm may trigger off labor but sex cannot induce labor unless the baby is due anyway, when the prostaglandin present in the man’s semen may cause it to start.

The sex drive of some women decreases during the first Trimester of pregnancy. This may be due totiredness and nausea, or to a hidden belief that it is 'not right' for a mother to enjoy sex. Theproblem will usually disappear of its own accord.In some women, the sex drive actually increasesduring the middle three months (the secondtrimester) of pregnancy, and some claim thattheir lovemaking is more satisfying than everbefore. This may be because the high level of circulating hormones means that a woman can be stimulated more easily and reach a pitch of sexual excitement more quickly than when not pregnant. A pregnant woman's sexual organs breasts, nipples and genitals - are especially highly developed, which probably increases sexual awareness. Finally, there is of course complete freedom from the worry of getting pregnant, which allows a deeper level of 'letting go'.

Some women and their partners worry that sex may harm the unborn child, but such fears are groundless. The fetus is protected from infection by the plug of mucus at the neck of the womb. In rare cases, infection can occur, but this is usually due to lack of normal hygiene precautions or having sex with several different partners. The baby is also protected against being squashed by the amniotic fluid in which it floats in the womb. Avoid over-athletic sex because it will be uncomfortable for you, but don't worry about hurting the baby. Sex should not cause a miscarriage in a normal, healthy pregnancy.

You can resume sex after childbirth as soon as it is comfortable to do so. Women who have had an episiotomy (in which the perineurn is cut to facilitate birth), will probably feel sore for at least three weeks. When you feel confident that your wound has healed,begin to re-establish your sex life, taking it slowlyand gently and using a lubricating jelly ifnecessary to prevent scar tissue causingdiscomfort or pain. It is important to establish sexual contact with your partner as soon as you can, as you will both need to get close again. If you still feel sore, remember there are other ways of giving and receiving affection. Don't let your partner feel that you are lavishing all your care and attention on your baby and excluding him from your love.

Saturday, April 21, 2012

Siapkan Diri Untuk Multiple Orgasme..!!

Menikmati orgasme tampaknya masih menjadi harapan besar bagi sebagian besar kaum perempuan. Maka berbahagialah Anda yang telah mampu mendapatkannya. Bahkan, kini Anda pun dapat mencoba untuk memperoleh orgasme berulang.

Multiple orgasms dapat terjadi dalam jeda waktu menit, jam, atau bahkan sepanjang Anda masih bersama suami sepanjang malam, demikian menurut pakar relationship dari majalah Redbook, Lou Paget, yang juga penulis The Big O. Bahkan, lebih mudah bagi wanita untuk mendapatkan orgasme lebih dari sekali daripada pria karena tubuh wanita tidak perlu melalui masa pemulihan seusai orgasme pertama. Artinya, kita bisa tetap di puncak lebih lama dan tetap siap untuk melakukan sesi selanjutnya. Bila ingin mencoba, ikuti langkah-langkah di bawah ini. Baik sendiri atau bersama pasangan, nikmati saja eksplorasi ini.

Step 1: Berikan rangsangan dari luar
Siapa pun sebenarnya memiliki kesempatan lebih besar untuk menikmati orgasme lebih dari sekali. Usahakan agar sebelum pasangan menyentuh tubuh Anda, Anda sudah mendapatkan rangsangan seksual dari luar, seperti musik, lilin, pijatan, film, atau apa pun yang berhubungan dengan tubuh Anda. "Semakin tinggi energi seksual Anda dibangun sebelum tubuh Anda disentuh, lebih mudah Anda mendapatkan orgasme, bahkan lebih dari sekali karena hasrat Anda lebih tinggi," ungkap Rachel Carlton Abrams, MD, penulis The Multi-Orgasmic Woman.

Step 2: Tarik-ulur dulu
Setelah melakukan pemanasan, kini saatnya Anda mengusahakan segala sesuatunya lebih panas. Belai kulit Anda dengan bahan yang mewah atau bermainlah pada daerah yang sensitif, seperti leher atau dada. Begitu tubuh Anda merespons sentuhan, gerakan, atau rangsangan genital tersebut, tahan untuk tidak melakukan penetrasi lebih dulu. Abrams berpendapat bahwa perempuan lebih efektif mendapatkan orgasme pertamanya melalui rangsangan klitoral secara langsung, yang dapat dicapai dengan vibrator atau secara oral dan manual. Lakukan perlahan, jangan tergesa-gesa, dan cobalah untuk menunda orgasme hingga Anda tidak dapat menahannya lagi.

"Dengan mundur dulu sebelum orgasme, lalu membangun kembali, dan mundur lagi beberapa kali, Anda dapat meningkatkan jumlah tensi seksual pada tubuh secara signifikan," jelas Abrams. Hal ini juga tidak hanya meningkatkan kesempatan Anda mendapatkan orgasme pertama yang hebat, tetapi juga menyiapkan Anda untuk merasakan orgasme selanjutnya. "Tubuh Anda mulai mengharapkan hal ini setelah Anda mengalami klimaks satu kali. Anda pun akan memperolehnya karena Anda sudah melatihnya untuk siap bangun dan jatuh," lanjutnya.

Step 3: Raih orgasme Anda.
Belum benar-benar mencapai puncak? Coba tambahkan kontraksi pada otot PC Anda, yang juga dikenal sebagai latihan Kegel. "Jika Anda melakukan kontraksi secara ritmis begitu rasa senang itu terbangun, Anda dapat merasakan orgasme," ujar Abrams. Studi juga telah menunjukkan bahwa wanita yang tahu bagaimana mengkontraksi otot-otot PC-nya lebih memungkinkan untuk mendapatkan multiple orgasms.

Step 4: Ulangi kembali rangsangannya.
Mulailah untuk menstimulasi klitoris Anda lagi selama 30 detik setelah orgasme pertama. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat membantu tubuh Anda yang masih di puncak tetap berada dalam kondisinya. Jika klitoris Anda terlalu sensitif untuk langsung disentuh, kembalilah ke area lain yang Anda rasakan menyenangkan pada langkah kedua. "Anda perlu bertahan pada energi seksual tersebut dengan terus melakukan sentuhan," kata Abrams.

Saat Anda siap, cobalah untuk mulai melakukan intercourse dengan stimulasi klitoral (gunakan tangan Anda, tangan pasangan, atau vibrator jika intercourse saja belum mencapai titik rangsangan). Lakukan juga gerakan kegel (seperti saat Anda menahan buang air kecil) untuk membantu Anda mencapai klimaks selanjutnya. Meskipun demikian, tak perlu menaruh harap terlalu besar. "Jangan berfokus pada orgasmenya karena Anda akan kehilangan tujuan Anda dalam hubungan intim ini," kata Abrams. Fokuslah pada rasa senang, lalu ikuti saja kesenangan tersebut, maka orgasme akan datang.

Bila Anda belum berhasil mendapatkan multiple orgasms ini, jangan menyerah. Coba terus dan nikmati setiap sentuhan pasangan.

Penyebab Perempuan Susah Orgasme

Memang banyak perempuan yang sulit mencapai orgasme. Studi bahkan menunjukkan bahwa 75 persen perempuan tak pernah mencapai klimaks dari intercourse saja (tanpa bantuan sex toy atau stimulasi lain), dan 10-15 persennya tidak mampu orgasme sama sekali. Namun meskipun ini hal yang lumrah, jangan berpikir untuk membiarkannya. Bagaimanapun juga, hubungan seks harus memuaskan kedua belah pihak, bukan?

Untuk mengetahui pangkal ketidakmampuan Anda, coba simak empat faktor berikut ini:

1. Merasa harus selalu mengendalikan diri
Untuk mendapatkan sesi bercinta yang memuaskan, sebaiknya Anda benar-benar melepaskan keinginan untuk mengontrol atau mengekang. Orang yang selalu ingin mengontrol diri dan emosi akan sulit mencapai orgasme. Sebab, untuk mencapai orgasme Anda memang perlu melebur dan menikmati sesi bercinta tersebut tanpa memikirkan hal-hal lain. Belajarlah untuk lebih lepas. Tak perlu mengatur ekspresi wajah gestur tubuh (misalnya, agar tidak terlalu terlihat terangsang), atau suara. Biarkan saja bila permainan Anda berdua membuat Anda terengah-engah atau ingin menikmati lebih jauh lagi. Lakukan apa saja untuk menunjukkan bahwa berpasrah bisa menjadi pengalaman yang positif.

2. Tidak bisa rileks
Stres karena beban pekerjaan, atau duduk di kantor seharian, juga bisa membuat kita tidak sadar betapa tegangnya otot-otot kita. Kondisi tubuh yang tegang membuat kita sulit membuat diri cukup rileks untuk mencapai orgasme. Bila memang ini yang terjadi pada Anda, mintalah pasangan untuk memijat dulu tubuh Anda. Hitung-hitung untuk foreplay. Dengan demikian, pikiran juga jadi lebih terbuka, dan otot-otot yang tegang juga mengendur.

3. Merasa sadar diri
Ketika bercinta, tubuh akan mengeluarkan cairan-cairan, Anda akan melakukan posisi-posisi yang tidak biasa, dan mungkin juga suara-suara yang biasanya tidak Anda dengarkan. Jika Anda termasuk orang yang pada dasarnya memang sadar diri, sifat keintiman seksual yang terasa "primitif" bisa menghalangi kemampuan Anda untuk menikmati sesi ini. Untuk apa berfokus pada hal-hal yang mungkin membuat Anda merasa tegang atau sadar diri? Toh, semua orang juga melakukannya, dan rasanya menyenangkan.

4. Malu dengan bentuk tubuh sendiri
Ini juga sangat umum terjadi pada kaum perempuan. Enggak pede dengan perut yang sedikit buncit, paha yang besar, atau pinggul yang lebar. Bila pikiran hanya tertuju pada kekecewaan karena tubuh tidak terlihat menyusut meskipun Anda sudah diet makan nasi selama tiga bulan, peluang untuk mendapatkan klimaks juga makin sempit. Kenali bagian-bagian tubuh Anda, dan belajarlah untuk mencintainya apa adanya. Kalau suami tidak memedulikan bokong Anda yang sudah turun, misalnya, untuk apa membesar-besarkannya?

Mengapa Vagina Terasa Ngilu Seusai Orgasme?

Dalam soal seks, wanita tak sekadar ingin menikmati, tapi juga ingin tahu apa makna dan alasannya. Sayangnya, tak sedikit wanita yang masih malu bertanya urusan ini. Nah, supaya tidak penasaran, Dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR (F), konsultan seksologi dan spesialis rehabilitasi medik dari RS Cipto Mangunkusumo membagikan ilmunya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sering malu diungkapkan oleh kaum wanita.

Mengapa timbul dorongan berkemih pada perempuan saat melakukan hubungan seksual?
Sebenarnya tidak selalu timbul gejala ingin berkemih saat melakukan hubungan seks. Keinginan berkemih ini bisa timbul jika kandung kemih sedang terisi paling sedikit lebih dari setengahnya. Apalagi, saat aktivitas seksual terutama mendekati saat-saat orgasme, otot-otot di sekitar panggul dan kandung kemih mulai berkontraksi. Akibatnya, urin yang ada di dalam cenderung terdorong dan tertekan keluar.

Hal hampir senada diutarakan oleh Dr Julianda Lee, ahli obstetrik dan ginekolog di Pasific Specialit Practise, Singapura. Menurutnya, bagian paling sensitif dari kandung kemih, yaitu the trigone, sangat dekat dengan dinding luar vagina sehingga rangsangan yang dialami selama penetrasi akan menimbulkan sensasi ingin buang air kecil. Jadi, tidak perlu khawatir jika saat melakukan aktivitas seksual Anda ingin berkemih. Namun, jika merasa terganggu, lebih baik buang air kecil dulu sebelum melakukan hubungan seks.

Mengapa vagina terasa ngilu dan geli jika disentuh setelah mencapai orgasme?
Bukan hanya wanita, pria pun seperti itu. Sesudah ejakulasi, pria pun akan geli bila disentuh puting payudaranya. Orgasme membuat persyarafan di daerah alat vital sedang dalam kondisi terangsang tinggi sehingga bila ada rangsangan baru akan menyebabkan rasa ngilu atau geli.

Apakah vagina yang melebar setelah melahirkan dapat dirasakan oleh suami?
Ya, memang betul kecenderungan ini bisa terjadi sehingga elastisitas dari otot-otot di sekitar dasar panggul yang biasanya disebut otot dasar panggul akan berkurang. Akibatnya, kelenturannya terasa mengecil. Namun, pada wanita yang sehat dan rajin berolahraga, sebenarnya menurunnya elastisitas ini akan kembali lagi ke keadaan semula dalam beberapa waktu kemudian. Ada senam khusus yang disebut senam kegels yang membantu mempercepat kembalinya elastisitas otot-otot dasar panggul pada wanita dan membuat otot-otot panggul menjadi kencang. Tanyakan pada ginekolog cara yang tepat untuk melakukannya. Otot yang kencang akan membuat kontraksi ketika orgasme lebih kuat, otomatis kenikmatan melakukan hubungan intim akan terasa lebih lama.

Apakah normal jika seorang perempuan mencapai orgasme dengan masturbasi?
Normal saja. Sama halnya pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan masturbasi. Hanya saja, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris dan ada juga yang akibat rangsangan pada G-Spot.

Sementara itu, Dr Julianda Lee berpendapat, sebagian besar perempuan bisa mencapai orgasme ketika klitorisnya mendapatkan rangsangan dan sangat mudah dilakukan ketika bermasturbasi.  Jadi, tidak masalah wanita melakukan itu asalkan aman dan disetujui oleh suami. Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut coital alignment technique seperti posisi doggy style.

Namun, sebenarnya, saat melakukan hubungan seksual wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke g-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris disebut orgasme klitoral, sedangkan yang ke g-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita. Karena orgasmenya menjadi dobel alias ganda (berlipat kali). Untuk ini banyak teknik yang bisa dilakukan yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersama. Caranya, ya dengan melatih keterampilan bersama.

Jadi posisi bercinta dengan gaya doggy style tidak berbahaya?
Sepanjang pasangan dalam kondisi sehat dan normal, tidak ada posisi bercinta yang berbahaya. Yang penting kita dan pasangan bisa menikmati permainan tersebut. Posisi doggy style ini juga mempunyai kelebihan untuk wanita yang letak rahimnya menekuk ke belakang (retrofleksi). Dengan posisi bercinta ini akan lebih memudahkan untuk terjadinya kehamilan. Sebab, sperma lebih mudah menemui sel telur.

Apakah normal orgasme seorang perempuan didapatkan dalam waktu lama saat berhubungan intim dengan pasangan, tapi cepat saat masturbasi?
Bisa saja karena wanita memang pada dasarnya butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan "panas." Perlu dipahami, dengan masturbasi rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

Sering kali wanita ingin mencoba melakukan variasi gaya dalam hubungan seksual, tetapi khawatir dengan pandangan pasangannya?
Kenapa tidak berani mencoba? Ingat, salah satu kunci kelanggengan rumah tangga adalah kehidupan seks yang sehat dan rutin. Kalau dengan pasangan sendiri, seharusnya tidak ada hambatan lagi untuk melakukan variasi apa pun. Tentu saja yang sehat dan aman bagi keduanya. Suami juga senang lo kalau istrinya bisa melakukan gaya-gaya bercinta yang variatif dan di luar kebiasaan. Namun, sekali lagi, inti berhubungan intim adalah dua-duanya menikmati. Pada hemat saya, buat apa melakukan gaya yang aneh-aneh jika salah satu di antara kita tidak bisa menikmatinya? Padahal, gaya bercinta yang dilakukan tujuannya untuk kenikmatan bersama.

Berisik Saat ML Bukan Tanda Perempuan Orgasme





Dalam film-film panas, sering kali ada adegan ketika perempuan melakukan hubungan seks dengan mengeluarkan suara-suara yang memancing gairah. Kemudian, adegan diakhiri dengan pihak pria (atau keduanya) mengalami orgasme. Dalam kenyataannya, suara yang dikeluarkan oleh perempuan saat bercinta tak selalu menunjukkan bahwa ia tengah orgasme.

Riset dari University of Central Lancashire menunjukkan, suara-suara yang dihasilkan saat bersenggama itu biasanya terjadi sebelum perempuan mencapai klimaks, atau selama pihak pria mengalami orgasme. Studi tersebut dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi apakah ekspresi suara perempuan selama intercourse dipicu oleh orgasme atau terjadi karena faktor lain.

Penemuan ini diperoleh setelah tim peneliti menganalisis 71 perempuan dengan usia rata-rata 22 tahun. Setiap responden harus menjawab pertanyaan seputar perilaku seksual mereka, antara lain, bagaimana mereka mencapai klimaks dan kapan mereka mengekspresikan diri mereka dengan mengeluarkan suara-suara. Kebanyakan responden perempuan mengatakan bahwa mereka mencapai orgasme selama foreplay, tetapi kemungkinan mengekspresikan perasaan mereka saat pasangan mengalami orgasme.

"Data ini dengan jelas menunjukkan perbedaan waktu antara ketika perempuan mengalami orgasme dan membuat suara-suara senggama, serta mengindikasikan bahwa setidaknya ada unsur di atas yang berada di bawah kontrol bawah sadar sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk memanipulasi perilaku pria untuk keuntungan mereka," demikian dugaan tim peneliti. 

Kemungkinan lain, para perempuan hanya ingin mempraktikkan skenario seksual yang ideal, yaitu bahwa senggama akan lebih menggairahkan bila diekspresikan dengan suara-suara yang dapat mendorong pria untuk mengalami orgasme.

"Perempuan tampaknya bukan mengeluarkan suara-suara tersebut untuk mengekspresikan kenikmatan yang mereka rasakan, tetapi untuk membantu pasangannya mencapai klimaks," tutur Dr John Grohol, pendiri situs Psych Central.

Grohol beranggapan, "vokalisasi senggama" ini merupakan bagian dari skenario seksual yang ideal, atau setidaknya dilakukan karena perempuan meyakini itulah yang diinginkan kaum laki-laki saat bercinta.

Bagaimana Kita Tahu Sedang Orgasme?








Masalah kesehatan seksual memang membuat banyak orang penasaran, sampai-sampai masalah yang paling mendasar pun masih sering ditanyakan. Para pakar menduga, hal ini disebabkan banyak orang masih belum menerima informasi yang dapat dipercaya.

Lissa Rankin, MD, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, mengatakan bahwa banyak perempuan muda yang pengetahuan seksualnya sangat minim. Ia kerap bepergian untuk mengadakan ceramah, dan setiap kali menerima banyak pertanyaan yang begitu sederhana. Misalnya, bagaimana mengetahui bahwa mereka sedang mengalami orgasme?

"Boleh percaya boleh tidak, tapi itulah topik nomor satu yang selalu ditanyakan," ujar dokter yang juga penulis buku What’s Up Down There? ini. Rekannya, Debby Herbenick, PhD, pengajar kesehatan seksual di Kinsey Institute, Indiana University di Bloomington, mendukung pernyataan Rankin. Ia menduga, hal itu disebabkan orgasme adalah sesuatu yang jarang sekali dibahas oleh perempuan muda, bahkan dengan teman-temannya sendiri. Sebab, mereka khawatir pertanyaan seputar hal tersebut akan membuat mereka disangka tidak becus dalam bercinta.

"Saya pernah memberi konseling perempuan usia 23 tahun yang mengaku belum pernah mengalami orgasme, dan ingin tahu apa yang salah dengannya, karena teman-teman perempuannya mengatakan selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta. Tapi seringkali, mereka hanya berbohong pada satu sama lain," ujar penulis buku Read My Lips: A Complete Guide to the Vagina and Vulva ini.

Untuk menjawab rasa penasaran para perempuan muda ini, Rankin biasanya akan mengatakan bahwa kita butuh waktu dan latihan untuk mengetahui bahwa kita sedang mengalami orgasme. Dengan kata lain, ia mendorong para perempuan ini untuk menunggu sampai tiba waktu yang tepat ketika mereka cukup matang untuk mengetahuinya.

"Ada perbedaan antara kesenangan karena menjadi intim dengan seseorang, dan kesenangan karena tercapainya orgasme," katanya. "Ketika Anda mengalaminya, Anda pasti akan tahu."
Masih penasaran? Wajar saja, sebab apa yang dirasakan kaum perempuan saat orgasme akan sulit dijelaskan untuk mereka yang belum aktif secara seksual. Seperti disarankan oleh Rankin, mungkin Anda memang harus banyak latihan dulu bersama suami. Syaratnya, suami Anda pun bersedia membantu Anda memenuhi keingintahuan dan  kebutuhan tersebut.